Penggunaan  greenhouse  dalam budidaya tanaman merupakan salah satu cara untuk memberikan lingkungan yang lebih mendekati kondisi optimum bagi pertumbuhan tanaman. Greenhouse dikembangkan pertama kali dan umum digunakan di kawasan yang beriklim subtropika. Penggunaan greenhouse  terutama ditujukan untuk melindungi tanaman dari suhu udara yang terlalu rendah pada musim dingin. Nelson (1978) mendifinisikan greenhouse  sebagai suatu bangunan untuk budidaya tanaman, yang memiliki struktur atap dan dinding yang bersifat tembus cahaya (Suhardiyanto, 2009).

Pada mulanya,  greemhouse  di kawasan yang beriklim subtropika banyak dibangun dengan menggunakan kaca sebagai atap dan dinding.  Hal ini terutama jika  greenhouse  tersebut dibangun untuk fasilitas produksi tanaman sepanjang tahun. Kaca merupakan bahan utama dalam pembuatan greenhouse (Suhardiyanto, 2009).

Begitu juga yang terjadi di Indonesia, greenhouse pada umumnya dibangun menggunakan kaca sebagai atap dan dinding. Namun, dalam perkembangannya, penggunaan kaca sebagai bahan penutup greenhouse sudah jauh tertinggal dibandingkan dengan penggunaan plastik. Sehingga, istilah rumah kaca sebagai terjemahan dari greenhouse  sudah kurang tepat lagi.  Agar lebih mencerminkan fungsi greenhouse sebagai bangunan perlindungan tanaman maka  diperkenalkan istilah “rumah tanaman” sebagai terjemahan dari greenhouse (Suhardiyanto, 2009).

Desain Greenhouse

Berikut adalah desain rumah tanaman dalam file solidwork.

Download